D= do; 4/4

KEPALA YANG BERDARAH
Tertunduk dan sedih
Penuh dengan sengsara
Dan luka dan pedih
Meski mahkota duri menghina harkatMu
Kau patut kukagumi, terima hormatku

O wajah yang mulia yang patut disembah
Dan layak menerima pujian dunia
Sekarang diludahi dihina dicerca
Disiksa dilukai, yang salah siapakah?

Ya Tuhan yang Kau tanggung
Yaitu salahku
Dosaku t`lah Kau gantung
Di kayu salibMu
O kasihani daku yang harus dicela
Ampunilah hambaMu beri anugerah

Gembala yang setia, terima dombaMu!
Kau sumber Bahagia,
Penuntun hidupku
SabdaMu t`lah membuka
Karunia tak terp`ri
Dan nikmat dari surga padaku Kauberi

Syukur sebulat hati kub`rikan padaMu
Ya Yesus yang t`lah mati
Demi selamatku
Hendaklah ku terhibur dengan tuntunanMu
PadaMu kuberlindung di akhir hayatku

Di saat aku mati, Kau tinggallah serta
Di pintu maut nanti ya Tuhan datanglah!
Di kala kecemasan menghimpit hatiku
Berilah kekuatan berkat sengsaraMu

Engkaulah perlindungan di saat ajalku
SalibMu ya Tuhan penghibut anakMu
Dan wajahMu kupandang
Dengan iman teguh
Berbahagia orang yang mati dalamMu

O sacred Head now wounded
With griefs and shame weighed down
Now scornfully surrounded
With thorns Thine only crown
O sacred Head what glory,
What bliss till now was Thine
Yet, though despised and glory
I joy to call Thee mine

What Thou my Lord hast suffered
Was all to sinners` gain
Mine mine was the transgression,
But Thine the deadly pain
Lo, there I fall my Savior!
`Tis I deserve Thy place
Look on me with Thy favor,
Vouch safe to me Thy grace

What language shall I borrow
To thank Thee dearest friend
For this Thy dying sorrow,
Thy pity without end?
O make me Thine forever
And should I fainting be
Lord let me never, never
Outlive my love to Thee
Syair: Paul Gerhardt
Lagu: Hans Leo Hassler